Kamis, 30 Januari 2020

Berbagai Tipe Alat Ukur Kekerasan


Hardness Tester atau Alat Ukur Kekerasan adalah suatu alat pengujian yang berfungsi untuk menilai dan menganalisis kekerasan pada suatu material, khususnya logam. Poin kekerasan yang didapat nantinya akan diciptakan salah satu parameter untuk memutuskan kualitas material yang dinilai.

Pada artikel sebelumnya, dalam suatu uji kekerasan ada sebagian cara yang dapat digunakan tergantung material apa yang akan diuji adalah Rockwell, Brinell, dan Vickers. Semua cara hal yang demikian telah digunakan pada tiap-tiap Alat Ukur Kekerasan yang digunakan untuk pengujian.

Perlu dikenal bahwa Uji Kekerasan termasuk salah satu pengujian Non Destructive Test (NDT) atau pengujian tanpa merusak sehingga keadaan material tetap terjaga dan masih dapat digunakan untuk pelaksanaan industri.

Tipe-Tipe Alat Ukur Kekerasan/Hardness Tester


Berdasarkan wujud, tempat dan cara pengujian yang dilaksanakan karenanya Alat Ukur Kekerasan atau hardness tester dibagi menjadi 2 macam macam:

Bench Hardness Tester


Alat Ukur Kekerasan ini memiliki ukuran yang cukup besar, tapi masih dapat dipindahkan kemana pun dengan gampang. Lazimnya alat ini ditempatkan di laboratorium pengujian material. Dilengkapi dengan layar display untuk memperhatikan tingkat kekerasan pada permukaan material sebelum atau sesudah mendapatkan tekanan dari indentor.

alat ukur kekerasan


Cara Menerapkan Bench Hardness Tester


Pasang indentor pada komponen knop mesin, lalu kencangkan dengan memutar baut disampingnya. Selanjutnya, letakkan material atau benda uji di atas plat dan atur ketinggiannya dengan cara memutar plate secara perlahan. Arahkan mikroskop untuk menyesuaikan tinggi permukaan material.

Sesudah itu, tekan tombol start dan indentor akan turun perlahan untuk memberikan penekanan pada permukaan material uji. Sesudah selesai, bench hardness tester akan stop secara otomatis dan akan terlihat poin kekerasannya pada layar monitor.

Portable Hardness Tester


Walaupun Alat Ukur Kekerasan macam ini benar-benar gampang dibawa kemana saja dan biasanya digunakan untuk pengujian lapangan. Lazimnya cara kerja portable hardness tester mengaplikasikan gelomba ultrasonic melewati komponen nozzle untuk menganalisis kekerasan material.

alat ukur kekerasan


Cara mengaplikasikan Portable Hardness Tester


Tekan tombol power untuk menyalakan. Kemudian, tempelkan komponen nozzle pada permukaan material yang diuji, nantinya akan segera terlihat poin kekerasannya pada layar display portable hardness tester. Probe pada komponen nozzle mengaplikasikan ring yang berbeda sesuai dengan tingkat kekasaran permukaan material.

Dalam mendapatkan hasil pengukuran yang pas karenanya anda semestinya memilih macam hardness tester/Alat Ukur Kekerasan yang sesuai dengan wujud material dan lokasi pengujiannya.

Rabu, 29 Januari 2020

Mengenal Alat Ukur Kekerasan atau Hardness Tester


Kekerasan dari suatu material semestinya dikenal, terpenting untuk material yang selama pengaplikasiannya akan mengalami gesekan dan deformasi (pengaruh gaya). Karenanya dari itu semestinya dijalankan yang Namanya Uji Kekerasan.

alat ukur kekerasan

Mengapa Mesti Dilaksanakan Uji Kekerasan?

Untuk menjaga mutu dari produk, maka tiap material semestinya dievaluasi poin kekerasannya dengan melakukan uji kekerasan. Sistem kerjanya pun sederhana, yakni dengan melakukan uji pada bagian permukaan suatu material dengan besar gaya yang sudah diatur.

Alat yang biasa dipakai untuk melakukan Uji Kekerasan yakni Alat Ukur Kekerasan atau bisa disebut Hardness Tester yakni salah satu dari sifat mekanik (Mechanical Properties) dari suatu material.

Terdapat 3 Sistem yang bisa dipakai untuk melakukan Uji Kekerasan:

Brinnel (HB/BHN)

Sistem Brinnel yakni sistem yang acap kali dipakai. Sistem kerjanya yakni dengan sistem menekankan beban pada material yang kan diuji dengan ukuran beban yang sudah diatur, lalu mengukur dan menganalisis bekas yang sudah diciptakan Alat Ukur Kekerasan/Hardness Tester.

Pengujian ini bertujuan untuk memutuskan kekerasan suatu material dalam bentuk energi tahan material terhadap indentor berbentuk bola yang ditekan pada permukaan material uji hal yang demikian. Lebih tepatnya sistem Brinnel ini dimaksudkan untuk material yang mempunyai permukaan kasar dengan uji energi sebesar 500 – 3000 kgf.

Rockwell (HR/RHN)

Apabila Sistem Brinnel menggunakan Indentor berbentuk bola, sistem Rockwell menggunakan indentor berbentuk Kerucut. Setelah itu ditekankan pada material yang akan diuji dengan besar gaya yang sudah diatur. Skor kekerasan berasal dari pengukuran kedalaman indentasi pada material sesudah dikasih tekanan.

Vickers (HV/VHN)

Sistem Vickers menggunakan Alat Ukur Kekerasan berbentuk seperti piramida dengan sudut 136 derajat. Sistem ini dipakai untuk mengukur material logam berukuran kecil seperti serbuk besi, logam olahan, atau lainnya karena beban yang diatur lebih kecil dibanding sistem Brinnel dan Rockwell yakni sekitar 1 – 1000 gram.